Halo semua

Dalam artikel kali ini saya ingin berbagi sekelumit cerita Idul adha beberapa hari lalu, kali ini foto yang bisa saya share terhitung sedikit dengan sudut seadanya karena saat idul adha kemarin saya mengurus sendiri pembagian daging kurbannya bersama suami dan diribetkan dengan anak saya yang sedang “ngambek” sama pengasuhnya, jadilah mbaknya gak laku dan hari itu menjadi hari semua harus sama mama.

q1

Tahun ini adalah kali ketiga alhamdulilah saya bisa ikut berkurban bersama kakak kakak meskipun dengan jatuh bangun mengumpulkan pundi pundi untuk ikut ambil bagian. Maklum beberapa tahun terakhir rasanya roda perekonomian sangat berat terutama untuk pengusaha muda baru, namun dengan tekad yang kuat alhamdulilah selalu ada jalan dan kemudahan yang diberikan. Sebetulnya hal yang ingin saya ceritakan disini bukan kepada detail dan hal yang saya lakukan selama hari kemarin tapi perjalanan bagaimana bisa mencapai hari ini.

Banyak orang merasa belum mampu untuk melaksanakan kurban setiap tahunnya, entah apakah karena melihat harga hewan kurban yang nampaknya mencekik atau pada saat itu memang kebetulan rejeki sedang tidak berpihak. Tentu jika kita harus mengeluarkan uang mendadak saat dibutuhkan kecil kesempatan kita untuk memiliki uang yang dibutuhkan. Dulu saya selalu merasa kagum melihat orang – orang yang setiap tahunnya selalu siap siaga membeli hewan kurban pada waktunya tanpa merasa kerepotan terlepas dengan kondisi yang terjadi saat itu.

q4

Sebetulnya setiap orang pasti mampu berkurban, selalu ada cara yang bisa kita lakukan supaya bisa mencapai arah ini dengan lebih mudah. Salah satu cara yang selalu ibu dan keluarga saya lakukan dan ajarkan kepada saya untuk menyambut Idul Adha adalah persiapan yang matang, Kalau kamu bisa hang out di cafe mewah, menenteng gadget dengan merek buah tertentu, membeli sepatu hits harga jutaan atau baju brand ternama. Maka coba tanya pada hati nurani, malukah kita kalau masih merasa tidak mampu berkurban?.

Semua tentu kembali kepada niat pribadi kita, salah satu trik yang ibu saya ajarkan kepada saya adalah dengan menyimpan uang setiap harinya selama setahun penuh untuk persiapan kurban di tahun selanjutnya. Kita bisa memulai dengan menyimpan uang Rp 10.000; setiap harinya. Jika disiplin selama setahun kita bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 3.650.000; yang kalau kita hitung bisa membeli seekor kambing atau domba yang bisa dikurbankan untuk satu orang (itupun masih dapat kembalian hehe) dan atau satu per tujuh bagian sapi jika kita memilih untuk berkurban sapi.  Kalau kita merasa mampu lebih, uang simpanan bisa kita tingkatkan Rp 20.000; sehari dan seterusya sampai insya allah mungkin satu saat kita bisa membeli seekor sapi untuk kita kurbankan sendiri.

q2

KIta juga bisa menjalin #pertemanansehat dengan mengajak beberapa teman dekat dan atau saudara yang mau bersama sama berkurban. Satu sapi bisa dikurbankan untuk 7 orang. sehingga kita bisa mengajak 7 orang untuk bersama sama mengumpulkan iuran setiap bulan seperti sistem arisan dan membeli hewan kurban bersama saat uang sudah terkumpul dan hari raya Idul Adha menjelang.

Dalam prosesnya banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk mengurus hewan kurban, jika kita merasa kerepotan dan tidak punya cukup waktu, banyak badan dan lembaga yang mau menampung dan menyalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Namun jika kita punya waktu dan tenaga tidak ada salahnya untuk mengatur sendiri pembagian daging kurban kita.

Saya selalu ingat pesan alm ayah saya kepada saya

“Kamu kalau mau ngasih sama orang jangan dulu lihat orang jauh lihat saudara sendiri sama tetangga jangan jangan mereka juga orang yang butuh sama bantuan kita”

Salah satu visi yang diajarkan oleh alm bapak kepada anak anaknya sehingga selalu menganjurkan untuk mengurus sendiri pembagian daging kurban setiap tahunnya. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan bisa jadi memberikan kesan yang mendalam untuk mereka, orang orang terdekat yang selalu ada di sekeliling kita untuk kita bantu. Seperti halnya tetangga, pegawai di rumah dan tempat kerja (kebetulan saya wiraswasta) dan orang orang yang setiap hari membantu kita. Selain bernilai amal melakukan hal tersebut memperat tali persaudaraan diantara kita.

q5

Semoga tulisan saya kali ini bisa memberikan perspektif dan atmosfer lain untuk semua pihak yang membaca tanpa ada maksud menggurui. Semoga juga momen Idul Adha ini menjadi momen penyembelihan ego dan nafsu diri menuju keihklasan dan ketaatan tauladan Nabi Ibrahim as.

Selamat hari Raya Idul Adha 1437 H

Salam hangat,

IMG_8557